SMP Negeri 125 Jakarta -

Sedikit curahan hati kami sampaikan saat SMPN 125 ditunjuk sebagai sekolah model. Itulah nama yang kami sandang sejak 2017. Ketika usia tak lagi muda, tenaga tak lagi kuat. Ketika itu kami diberikan kepercayaan untuk membangunkan seluruh warga SMPN 125 Jakarta, membangkitkan kami menuju atau melampaui standar nasional yang merupakan standar pencapaian minimal. Beribu pertanyaan silih berganti bergulir di pikiran. Terbersit rasa khawatir yang begitu mendalam. Sesak dan berat terasa. Mengapa hal tersebut begitu mengkhawatirkan? Karena kami tak tahu harus memulai dari mana. Belum lagi harus berbagi waktu dengan kegiatan-kegiatan sekolah yang sudah direncanakan di awal tahun pembelajaran.

Kerikil-kerikil kadang kala datang menghampiri. Putus asa? Tidak! Bangun bangkit berdiri tegak, saling berpegangan tangan. Kerikil-kerikil yang sebenarnya datang dari diri sendiri terutama pada diri kami. Bingung, khawatir, dan tak percaya diri membalut diri. Tetapi kepercayaan ini, tak boleh disia-siakan. Kami akan berusaha sekuat tenaga membangunkan, membangkitkan, dan melejitkan prestasi SMP Negeri 125 Jakarta.

Mengingat rangkaian kegiatan sekolah model di tahun pertama seperti memutar kembali memori yang telah terjadi 3 tahun yang lalu. Tiga tahun lalu, kami mendapatkan bimbingan teknis di LPMP DKI Jakarta tepatnya Agustus 2017. Selama 3 hari kami mengikuti bimbingan teknis tentang pelaksanaan sekolah model. Banyak ilmu kami dapatkan.  Kami pun kembali ke sekolah membawa serangkaian tahapan kegiatan yang harus dilaksanakan dalam pengembangan dan pengimbasan sekolah model.

Usai pelatihan dan pendampingan, semua arahan dan petunjuk kami ikuti dan laksanakan. Langkah pertama dalam melaksanakan kegiatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) adalah membentuk Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS) SMPN 125 Jakarta. TPMPS terdiri kepala satuan pendidikan, unsur pendidik, tenaga kependidikan, dan komite sekolah.

Susunan TPMPS di sekolah kami dan tugasnya adalah:

  1. Drs. Harsono, M.M., selaku kepala sekolah sebagai penanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan SPMI di SMP Negeri 125.
  2. Irsyah Wahyudi, S.Pd selaku ketua panitia, bertugas mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan SPMI dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan antara lain membuat konsep tentang Rencana/Program Kerja Panitia, SK Panitia & Rincian Tugas Panitia, Jadwal Kegiatan SPMI, mengarahkan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan serta meminta laporan kepada setiap Koordinator kegiatan.
  3. Desiana, S.Pd. sebagai sekretaris mengemban tugas menyusun notulen setiap kegiatan, membuat TOR Pelatihan, mempersiapkan daftar hadir setiap kegiatan. Sekretaris mempertanggungjawabkan tugasnya kepada ketua panitia.
  4. Meri Yuniati, M.Pd, sebagai bendahara bertugas menyusun administrasi keuangan dan membuat laporan keuangan.
  5. Komite sekolah memiliki peranan yang penting dalam kegiatan SPMI karena komitelah yang selalu melakukan koordinasi kegiatan SPMI terhadap orang tua peserta didik. Tugas tersebut diemban Suyatno, S.Pd. selaku ketua komite sekolah.
  6. Hj. Janewar, S.Pd selaku pemimpin rapat dalam kegiatan pendampingan maupun diseminasi. Keluwesan dan kepiawaiannya dalam menghidupkan suasana dan menguntai kata tidak diragukan lagi. Beliau juga koordinator kegiatan 1 (Rapat Kerja TPMPS) dan menyusun laporan hasil kegiatan 1.
  7. Drs. Levi Tamba bertugas sebagai koordinator Kegiatan 2 (Reviu Perencanaan Peningkatan Mutu) dan menyusun laporan hasil kegiatan 2.
  8. Drs. Partomuan Simaremare bertugas sebagai Tim Monev, koordinator kegiatan 3 (Pelaksanaan Pemenuhan Mutu dan Monitoring Evaluasi), dan menyusun laporan hasil kegiatan 3.
  9. Drs. Muh. Zainuddin bertugas sebagai koordinator kegiatan 4 (Penyusunan Strategi Peningkatan Mutu Baru) dan menyusun laporan hasil kegiatan 4.
  10. Hj. Mis Suzana, S.Pd bertugas menyiapkan konsumsi peserta kegiatan SPMI dan koordinator kegiatan 3 (Pelaksanaan Pemenuhan Mutu dan Monitoring Evaluasi) dan menyusun laporan hasil kegiatan 3.
  11. Desy Hartati, S.Pd dan Sunarto, M.Pd. bertugas menyiapkan perlengkapan ruang dan peralatan setiap kegiatan SPMI.
  12. Riningsih, S.Pd. bertugas sebagai koordinator Kegiatan 5 (Diseminasi Hasil Pendampingan SPMI ke Sekolah Imbas oleh TPMPS) dan menyusun laporan hasil  kegiatan 5.
  13. Adhasan, S.Pd bertugas membuat kelengkapan administrasi.
  14. Ahmad Jaini, S.Kom bertugas membuat dokumentasi dan produk publikasi kegiatan SPMI.

Di awal penulisan sudah kami utarakan betapa beratnya tahapan kegiatan yang harus dilakukan. Belum lagi agenda sekolah yang sudah kami programkan. Kami tidak boleh berkeluh kesah karena tak akan ada manfaatnya. Alih-alih, akan membuat kami merasa terbebani. Solusinya, kami harus bangkit dan duduk bersama dengan Tim Pengembang Sekolah. Berdasarkan rencana tindak lanjut yang sudah kami susun saat mengikuti bimbingan teknis, maka kegiatan pertama yang kami lakukan adalah Sosialisasi SPMI dan tindak lanjut hasil pemetaan oleh pengawas. Sosialisasi SPMI dilaksanakan hari Jumat, 25 Agustus 2017 dengan output berupa analisis profil sekolah dan rekomendasi program peningkatan mutu sekolah yang akan dilaksanakan pada 2017 dan 2018. Dalam kegiatan tersebut, kami mengundang 5 sekolah imbas dan sekolah-sekolah binaan pengawas.

Kegiatan ke-2 adalah rapat kerja untuk membahas penguatan koordinasi internal TPMPS dan analisis peta mutu sebagai dasar penyusunan perencanaan program peningkatan mutu. Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 4 September 2017.

Kegiatan selanjutnya hanya berselang empat hari dari kegiatan ke-2. Pada 8 September 2017, kami melaksanakan kegiatan ke-3 berupa Penyusunan Rencana Peningkatan Mutu yang meliputi Reviu Hasil Analisis Pemetaan Mutu dan Reviu ERKAS /Daftar Program Peningkatan Mutu untuk menentukan prioritas.

Pada 12 September 2017 kami melaksanakan Peningkatan Mutu melalui Pengembangan Jejaring Sekolah dengan pemangku kepentingan. Pada Standar Proses di subindikator mendorong peserta didik mencari tahu, kami ingin mendorong peserta didik mencari tahu ilmu pengetahuan secara mandiri. Oleh karena itu, kami merencanakan menyediakan sudut baca. Di sudut baca itu, kami menyediakan buku-buku ilmu pengetahuan yang dapat dimanfaatkan para peserta didik. Keberadaan sudut baca tersebut juga untuk menyukseskan Gerakan Literasi Sekolah. Salah satu upaya yang kami lakukan dalam mewujudkan sudut baca adalah dengan membangun jejaring. Jejaring dengan para alumni bertujuan menjalin kerjasama dalam menyediakan bahan bacaan bagi peserta didik. Jadi, pembiayaannya tidak hanya bersumber dari alokasi dana di RKAS. Hal ini juga merupakan salah satu pemenuhan mutu dari hasil analisis rapor mutu.

Tahap demi tahap kegiatan kami laksanakan melalui verifikasi dan validasi (verval) rapot mutu SMPN 125. Verval dilakukan dengan membandingkan hasil rapor mutu dan kenyataan di sekolah. Kegiatan ini harus kami lakukan dengan jujur, apa adanya. Kemudian, kami menggunakan metode SWOT untuk menentukan kekuatan, kelemahan, hambatan, dan peluang yang ada di sekolah kami pada setiap subindikator yang ada. Dari kelemahan dan hambatan yang ditemukan, kami cari akar permasalahan dan penyelesaiannya. Setelah itu, kami merencanakan kegiatan yang dapat memperbaiki subindikator tersebut.

Berdasarkan rapor mutu SMPN 125 pada standar isi subindikator “melibatkan pemangku kepentingan dalam penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan” diketahui masih memiliki nilai yang rendah. Maka, kegiatan pemenuhan mutu tahun pertama yang kami prioritaskan adalah Penyusunan RPP K13. Kegiatan kami kemas dalam bentuk workshop dengan narasumber Rahmah Kurniawaty, S. Kom., SS., MT. yang juga merupakan pendamping dari LPMP DKI Jakarta. Workshop tersebut diikuti oleh seluruh pendidik SMP Negeri 125 Jakarta pada 10 Oktober 2017.

Pada 24 Oktober 2017, kami melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (monev). Peningkatan Mutu yang menghasilkan output rencana dan strategi pelaksanaan monev, instrumen monev dan laporan pelaksanaan monev. Setelah pelaksanaan pendampingan kegiatan ke-5, pendampingan selanjutnya yaitu Penyusunan Strategi Peningkatan Mutu yang dilaksanakan 31 Oktober 2017 dan diakhiri dengan Penyusunan Laporan hasil pelaksanaan seluruh tahapan pada 3 November 2017.

Memasuki tahun kedua (2018), langkah kami dalam melaksanakan SPMI mulai terasa ringan karena sudah belajar dari pendampingan Sekolah Model 2017. Di tahun kedua, kami didampingi Dr. Didang Setiawan, M.Pd. dari LPMP DKI Jakarta.

Pelaksanaan pendampingan pertama dimulai 15 Agustus 2018, yaitu Penguatan SPMI. Materi pendampingan pertama kami adalah Reviu SPMI, yang disampaikan oleh pengawas selaku TPMPD. Beliau memaparkan pengembangan sekolah model, cara analisis rapor mutu, LK pemetaan, LK analisis SWOT, dan cara membuat perencanaan dari hasil analisis matriks kegiatan dan sub kegiatan, serta LK program 3 tahun.

Selanjutnya, pada 21 Agustus 2018 kami melaksanakan pendampingan kedua yaitu Rapat Kerja TPMPS. Pada kegiatan ini, dilakukan proses pengisian secara utuh dari LK pemetaan, LK analisis SWOT, dan LK program tiga tahun yang telah disimulasikan pada tahap sebelumnya. Pada 27 Agustus 2018 kami melaksanakan pendampingan ketiga yaitu Penyusunan Rencana Peningkatan Mutu. Kegiatan ini difokuskan pada penyusunan perencanaan berdasarkan hasil analisis SWOT dan dituangkan dalam bentuk LK Perencanaan, dilanjutkan dengan penyusunan KAK/TOR.

Pendampingan keempat adalah Pelaksanaan Pemenuhan Mutu, yang dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. Pertemuan pertama, merupakan Persiapan Pemenuhan Mutu yang dilaksanakan 3 September 2018. Dalam kegiatan tersebut, kami melakukan reviu KAK/TOR, menyiapkan perangkat pelaksanaan pemenuhan mutu seperti undangan narasumber, SK, Surat Tugas dan kelengkapan administrasinya, serta cara melaksanakan evaluasi kegiatan pemenuhan mutu, pembentukan tim monev, instrumen monev dan mengolah hasil monev. Pertemuan kedua adalah Pelaksanaan Pemenuhan Mutu itu sendiri. Pemenuhan mutu yang berdasarkan rapor mutu ada pada SKL subindikator “memiliki pengetahuan faktual, prosedural, konseptual, metakognitif” yang masih memiliki nilai cukup. Oleh karena itu kami merencanakan pelatihan Penyusunan Soal HOTS dan Manajemen PTK dengan narasumber Dr. Kunandar, M.Pd. (alm) dari LPMP DKI Jakarta. Alhamdulillah, kegiatan pemenuhan mutu tersebut terlaksana dengan lancar. Pelatihan itu diikuti oleh pendidik, tenaga kependidikan dan peserta sekolah imbas.

Pendampingan kelima yaitu Pelaksanaan Evaluasi Pemenuhan Mutu dan Penyusunan Strategi dilaksanakan 14 September 2018. Pendampingan ini memberikan penguatan tentang Pelaksanaan Siklus SPMI, Reviu Hasil Monev Pemenuhan Mutu, dan Evaluasi. Kami mendapatkan berbagai masukan tentang pelaksanaan seluruh tahap siklus SPMI di sekolah model dan sekolah imbas sejak awal hingga akhir pendampingan. Kegiatan terakhir SPMI tahun 2018 yaitu Penyusunan Laporan. Laporan disusun berdasarkan seluruh hasil pelaksanaan kegiatan siklus SPMI di sekolah model.

Pada 2017, kami menjalin jejaring dengan para alumni untuk pengadaan sudut baca dalam rangka Gerakan Literasi Sekolah. Alhamdulillah, setahun kemudian mimpi kami terwujud. SMP Negeri 125 akhirnya memiliki pojok baca dan saung baca. Selain itu kami juga melaksanakan budaya mutu berupa pembiasaan-pembiasaan yang dilakukan mulai Senin sampai Jumat. Kegiatan pembiasaan dikemas sedemikian rupa dan diikuti oleh peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Guru mata pelajaran bertugas menyediakan materi dan memandu jalannya pembiasaan.

Berikut adalah jadwal pembiasaan SMPN 125 Jakarta dan tujuan yang akan dicapai:

  • Senin, Upacara Pengibaran Bendera dengan tujuan menumbuhkembangkan rasa patriotisme dan cinta tanah air kepada warga sekolah.
  • Selasa, Literasi atau saint day dengan tujuan menumbuhkembangkan minat baca peserta didik dan pemantapan materi IPA.
  • Rabu, Kepramukaan dengan tujuan menumbuhkembangkan rasa gotong royong, meningkatkan kedisplinan, kemandirian dan rasa tanggung jawab.
  • Kamis, English Day atau Senam dengan tujuan melatih berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dan membangun kesehatan tubuh.
  • Jumat, Pembacaan Surat Yasin atau Tadarusan, Sholat Dhuha, Seni Islami / Hadroh (bagi muslim) dan Kajian Al Kitab (bagi non muslim) dengan tujuan meningkatkan ketakwaan kepada Sang Pencipta.

Kegiatan pembiasaan itu membawa perubahan dalam pencapaian bidang akademik siswa yaitu terjadi kenaikan nilai Ujian Nasional (UN) ditahun 2018-2019. Walaupun kenaikan tersebut belum terlalu tinggi, namun kami memandangnya sebagai hasil yang patut disyukuri. Kenaikan nilai UN sebesar 5.4 sebagai berikut:

 

No.

Tahun Pelajaran

Mata Pelajaran 

Rerata

B. Indonesia

B. Inggris

Matematika

IPA

1

2017/2018

75.1

56.7

 50.0

52.9

234.7

2

2018/2019

76.2

54.9

52.0

56.8

240.1

 

SMPN 125 memfasilitasi beberapa kegiatan ekstrakurikuler. Kami pun berupaya meningkatkan prestasi di bidang nonakademik tersebut. Berkat kerjasama dan sama-sama bekerja, harapan tersebut dapat terwujud. Berikut ini adalah prestasi yang telah dicapai:

  1. Kejuaraan Pencak Silat Batavia Utara Championship Tingkat SD, SMP, Dan SMA/K Tahun 2017 meraih Juara 3 (kelas f Putra SMP) atas nama Farelly Malaika Nugian dan Juara Tiga (Kelas B SMP) atas nama Davina Saafa Felisa.
  2. Paskibra, Lomba Baris Berbaris dan Variasi “The Larva” tahun 2018 meraih Juara Mula 3.
  3. Kejuaraan Atletik Tingkat Kota Administrasi Jakarta Barat Tahun 2018 meraih Juara I Lompat Tinggi SMP Putri atas nama Najwa Assegaf.
  4. Kejuaraan Atletik Tingkat Kota Administrasi Jakarta Barat Tahun 2018 Juara II Lompat Tinggi SMP Putri atas nama Shabrina Az Zahra Devushaka.
  5. Kejuaraan Atletik Tingkat Kota Administrasi Jakarta Barat Tahun 2018 meraih Juara I Lompat Tinggi SMP Putra atas nama Muhamad Ferdi Yuliansyah.
  6. Kejuaraan Atletik Tingkat Kota Administrasi Jakarta Barat Tahun 2018 meraih Juara III Lompat Tinggi SMP Putri atas nama Nilam Cahaya Yulia Citra.
  7. Kejuaraan Karate Gokasi Tingkat Nasional Tahun 2019 meraih mendali emas atas nama Rivky Yeremia Kaendo.
  8. Seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMP Tingkat Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Barat Tahun 2019 meraih juara I Cabang Lomba Karate Kata (Putra) atas nama Rivky Yeremia Kaendo.
  9. Seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMP Tingkat Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Barat Tahun 2019 meraih Juara III Cabang Lomba Karate Kumite (Putra) -50 kg atas nama Rivky Yeremia Kaendo.
  10. Seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMP Tingkat Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Barat Tahun 2019 meraih Juara I Cabang Lomba Lompat Putri atas nama Shabrina Az Zahra Devushka.

Selain prestasi peserta didik, SMPN 125 juga memiliki guru berprestasi di bidang akademik dan nonakademik, di antaranya:

Juara Harapan II Olimpiade Sains Nasional (OSN) Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tingkat Sudin Pendidikan Wilayah 1 Kota Administrasi Jakarta Barat Tahun 2017 atas nama Desiana, S. Pd.

 

Juara 1 Olimpiade Sains Nasional (OSN) Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris dan Guru Mata Pelajaran IPS Tingkat Sudin Pendidikan Wilayah 1 Kota Administrasi Jakarta Barat Tahun 2018 atas nama Riningsih, S. Pd. dan Meri Yuniati, M. Pd.

 

Finalis kegiatan Olimpiade Guru Nasional (OGN) Mata Pelajaran Bahasa Inggris Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019 atas nama Riningsih, S. Pd.

 

Memasuki tahun ketiga yaitu 2019, istilah Sekolah Model berubah nama menjadi Sekolah SPMI. Rasa takut dan khawatir yang mendalam berganti dengan rasa senang. Yang pada awalnya hanya seberkas cahaya, kini menjadi paparan cahaya lembut yang menemani hari-hari kami untuk mencapai atau melampaui SNP. Di tahun ketiga ini, kami didampingi oleh Fasilitator Daerah (Fasda) Hendarmoko, S.Si dari LPMP DKI Jakarta. Kami merasa sangat antusias melaksanakan SPMI di tahun ketiga ini.  Rasa khawatir itu telah sirna, setelah mendapat bimbingan dari Pengawas Sekolah selaku Pendamping dan Fasda yang memberikan aura SPMI yang terasa menyegarkan dan memberikan pencerahan.

Pada 2019, tahapan Implementasi SPMI dimulai dengan Rapat Kerja TPMPS, 12 September 2019. Rapat kerja ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pokok bahasan pendampingan 1 mencakup materi sosialisasi SPMP dan SPMI, membangun komitmen bersama untuk menerapkan SPMI 2019, menganalisis rapor mutu 2018 dan menindaklanjuti  pemetaan 2019, memetakan program 2019 dan 2020.

Setelah raker TPMPS, kami melaksanakan Pendampingan 1: Reviu Perencanaan Peningkatan Mutu yang dilaksanakan 10 Oktober 2019. Materi pertama disampaikan oleh kepala sekolah yang memaparkan penjelasan singkat tentang hasil rapat TPMPS meliputi pemahaman warga sekolah, hasil analisis rapor mutu, RTL 2019 dan hasil pemetaan program 2019 dan 2020. Pengawas sekolah selaku narasumber mereviu paparan kepala sekolah dan memberikan penguatan serta motivasi bagi seluruh warga sekolah dalam menerapkan SPMI. Selanjutnya, fasda menelaah dan memberikan masukan terhadap hasil rapat TPMPS, mendiskusikan program 2019 dan 2020 yang telah disusun bersama pendamping dan warga sekolah, memastikan program SPMI telah dianggarkan di RKAS 2020, memastikan bentuk komitmen yang telah disepakati sekolah dalam menerapkan SPMI, dan menyampaikan kebijakan pemetaan mutu 2019.

Pada pendampingan 2, yaitu Pelaksanaan Pemenuhan Mutu dan Monitoring Evaluasi dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Pertemuan ke-1 dilaksanakan 12 Oktober 2019 dan pertemuan ke-2 dilaksanakan 18 Oktober 2019.  Pemenuhan mutu yang kami laksanakan adalah Workshop Penyusunan Pedoman SPMI. Workshop ini diikuti oleh anggota TPMPS, perwakilan guru, dan tenaga kependidikan. Penyusunan Pedoman SPMI akan digunakan oleh TPMPS dalam melaksanakan SPMI di tahun-tahun yang akan datang, ketika tidak lagi didampingi oleh LPMP. Kami harus mandiri menjalankan SPMI dengan pembiayaan dari RKAS. Berjalan tidaknya SPMI di SMP Negeri 125 akan terus dipantau oleh LPMP dan pengawas melalui suatu sistem Aplikasi Penjaminan Mutu Pendidikan SPMI.

Selanjutnya adalah pendampingan 3, yaitu Penyusunan Strategi Peningkatan Mutu Baru yang dilaksanakan 22 Oktober 2019. Pada kegiatan ini, kepala sekolah memaparkan hasil analisis monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemenuhan mutu, menjelaskan kendala dan solusi baik dalam penerapan SPMI maupun dalam pendampingan SPMI oleh pendamping dan fasda. Setelah pemaparan dari kepala sekolah, pendamping memberikan reviu hasil monitoring dan evaluasi pemenuhan mutu. Akhirnya, pendampingan 3 ini ditutup oleh fasda dengan memberikan Strategi Penerapan SPMI yang berkelanjutan, terus menerus dan berkesinambungan.

Tahapan demi tahapan pendampingan telah kami lalui, tak terasa waktu berjalan. Tibalah saatnya kami berada ditahapan Diseminasi Hasil Pendampingan SPMI ke Sekolah Imbas oleh TPMPS. Dalam diseminasi ini, Ketua TPMPS menyampaikan hasil penerapan SPMI, dan menyampaikan kendala dan solusi dalam menerapkan SPMI. Selanjutnya perwakilan TPMPS juga menyampaikan Best Practice dalam penerapan SPMI (perubahan sebelum dan sesudah menerapkan SPMI). TPMPD selaku pengarah yaitu Kasudin Agus Ramdani memberikan arahan dan motivasi untuk terus menerapkan SPMI serta meminta sekolah imbas untuk menerapkan hal yang sama. Kemudian, pengawas memberikan penguatan terhadap hasil pendampingan.

Setelah melaksanakan seluruh tahapan pendampingan, kami melakukan penyusunan laporan yang dilaksanakan 29 November 2019. Pada tahapan akhir ini, kami menghasilkan Laporan Pelaksanaan Pendampingan SPMI dan Laporan Penggunaan Dana Bantuan Pemerintah untuk pelaksanaan pendampingan SPMI.

Semua tahapan pendampingan telah kami laksanakan dan banyak memberikan pencerahan tentang SPMI. Pencerahan dan kesadaran yang timbul dihati dan pikiran terutama terjadi pada anggota TPMPS, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan antara lain:

  1. Kepala sekolah menyadari bahwa dampak pendampingan SPMI salah satunya adalah sekolah harus mempunyai target yang harus dicapai disetiap aspek, yang semuanya bermuara pada 8 Standar Nasional Pendidikan. Salah satu target SMPN 125 Jakarta di 2019 adalah, harus meraih 60 piala dari lomba-lomba prestasi baik aspek akademis maupun nonakademis. Sampai dengan Oktober 2019, alhamdulillah telah berhasil meraih 25 piala.
  2. Kepala sekolah juga berupaya semaksimal mungkin agar SMPN 125 bisa memiliki akses melalui Perumahan Citra yang terletak di belakang sekolah. Akses jalan merupakan bagian dari standar sarana dan prasarana. Tersedianya akses jalan yang lebar akan memudahkan warga sekolah menuju ke SMPN 125 yang pada gilirannya, diharapkan mampu mendongkrak rapor mutu pada standar lainnya.
  3. Seluruh anggota TPMPS mendapatkan pencerahan dan tumbuh cinta bahwa SPMI merupakan kebutuhan, bukan menjadi beban. Rapor mutu hasil PMP yang valid dan kredibel merupakan modal sekolah dalam mengevaluasi dan meningkatkan prestasi di 8 standar pendidikan. Seluruh warga sekolah perlu mengetahui dan mendukung SPMI sehingga dapat bersinergi dalam menyukseskan SPMI dan meningkatkan prestasi sekolah.
  4. Semua pendidik merasakan dampak positif dengan kehadiran SPMI. Pada aspek fasilitas atau sarana prasarana, dengan tersedianya proyektor dihampir setiap ruangan menyebabkan KBM lebih berkembang dan pendidik bisa lebih berinovasi. Dengan SPMI, guru atau pembina ekstrakurikuler bisa lebih meningkatkan kreatifitas peserta didik melalui pengembangan bakat.
  5. Bagi peserta didik, SPMI dapat mendorong siswa untuk lebih mengembangkan bakatnya. Siswa merasakan perubahan budaya baca dengan adanya Pojok Baca. Siswa juga merasakan perubahan yang signifikan dalam belajar dengan adanya kegiatan pembiasaan yang menjadikannya sebagai budaya mutu sekolah. Siswa pun merasa lebih terikat dengan adanya komitmen bersama.
  6. Kehadiran SPMI di SMPN 125 membuat orang tua merasakan pelayanan pendidikan yang diharapkan.
  7. Pendapat dari beberapa warga sekolah terkait penerapan SPMI di SMP Negeri 125 diantaranya, pada alumni timbul rasa ingin membantu meningkatkan prestasi adik kelas dengan cara memberikan buku bacaan/ literasi untuk pojok baca, menjadi pelatih pada kegiatan eskul paskibra, pencak silat, basket, futsal, dan membantu mengisi materi keagamaan dalam kegiatan peningkatan mutu akhlaq pada kegiatan Pesantren Kilat (dari siswa ponpes GONTOR).

Dari tahun ke-1 (2017) sampai dengan tahun ke-3 (2019), semua kegiatan yang harus kami lakukan dalam Silklus SPMI dapat kami selesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan. Semua itu dapat terlaksana karena adanya TPMPS yang selalu saling memotivasi, bahu membahu, bekerja sama, dan sama-sama bekerja menyelesaikan Siklus SPMI. Semua itu tak terlepas pula dari dukungan seluruh warga SMP Negeri 125 Jakarta.

Untuk semakin mengukuhkan ikatan yang kuat diantara warga sekolah, terutama TPMPS, dalam menjalankan semua kegiatan SPMI dimasa mendatang, kami perlu membuat komitmen bersama. Komitmen bersama itu akan selalu mengikat kami untuk senantiasa mengingat dan melaksanakan SPMI di SMP Negeri 125 Jakarta. Maka lahirlah bentuk cinta kami dalam suatu komitmen:

”Kami seluruh warga SMP Negeri 125 Jakarta dengan sepenuh hati,  jujur, dan ikhlas tanpa paksaan dari pihak manapun, berkomitmen dengan sungguh-sungguh untuk siap menerapkan dan mensukseskan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) agar menjadi sekolah yang bermutu yang mencapai 8 Standar Nasional Pendidikan.”

Dengan komitmen tersebut, makin jelaslah arah langkah kami. Dan langkah kami semakin pasti dalam mencapai atau melampaui 8 Standar Nasional Pendidikan.