SD Negeri Pancoran 03 Pagi -

Penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di SDN Pancoran 03 Pagi memberikan pengaruh besar terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Dampak workshop penyusunan penilaian High Order Thinking Skill (HOTS) yang diberikan kepada tenaga pendidik SDN Pancoran 03 Pagi antara lain tenaga pendidik memahami penilaian HOTS, memahami kaidah penyusunan soal HOTS dan mampu menyusun penilaian HOTS dalam proses pembelajaran.

Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 50 (2) disebutkan bahwa Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional. Demikian juga dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Bab XV tentang Penjaminan Mutu pasal 91 disebutkan: (1) Setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu Pendidikan; (2) Penjaminan mutu pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan (SNP); dan (3) Penjaminan mutu pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara bertahap, sistematis, dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas. Sebagai acuan mutu, satuan pendidikan dikembangkan berdasarkan SNP dan atau di atas SNP. Terkait hal tersebut, berdasarkan Permendikbud Nomor 28 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah, diatur pelaksanaan penjaminan mutu di tingkat sekolah, yang selanjutnya disebut Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Sehingga setiap sekolah baik dari jenjang dasar sampai tingkat tinggi berupaya melaksanakan penjaminan mutu agar memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Pada awal penunjukan SDN Pancoran 03 Pagi sebagai sekolah model yang harus menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), banyak sekali kekhawatiran yang dirasakan warga sekolah. Hal tersebut dikarenakan warga sekolah belum mendapatkan sosialisasi mengenai SPMI, belum memahami tugas dan peranan dalam penerapan SPMI, serta belum mengetahui manfaat penerapan SPMI.

Berbagai cara dilakukan warga sekolah SDN Pancoran 03 Pagi sebagai bentuk usaha memahami penerapan SPMI. Dimulai dari komitmen warga sekolah yaitu kepala sekolah, tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan komite SDN Pancoran 03 Pagi untuk bekerja sama dalam menerapkan SPMI di sekolah. Komitmen tersebut dituangkan dalam pernyataan dan ditandatangani warga sekolah.

Agar penerapan SPMI di SDN Pancoran 03 Pagi berjalan lancar maka dibentuk Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS) yang terdiri atas kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan dan komite sekolah. Tugas TPMPS yaitu mengkoordinasikan pelaksanaan SPMI dalam Pendampingan, mengkomunikasikan pelaksanaan SPMI kepada seluruh warga sekolah, mengkoordinasikan administrasi dalam pelaksanaan pendampimgan SPMI, dan menyusun laporan pelaksanaan pendampingan SPMI.

Tahapan SDN Pancoran 03 Pagi dalam menerapkan SPMI dimulai dengan menganalisis Rapor Mutu tahun 2018. Berdasarkan hasil pengiriman data melalui aplikasi PMP ternyata terdapat kesalahan sehingga hasil yang muncul pada rapor mutu 2018 tidak sesuai kondisi sekolah. Oleh karena itu kami melakukan verifikasi dan validasi terhadap rapor mutu agar sesuai dengan kondisi sekolah.

Rapor mutu tahun 2018 berdasarkan radar PMP tampak satu standar menuju SNP 4, yaitu Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan (4,11). Sementara tujuh standar lain dibawah SNP 4 yaitu, Standar Isi (1,22), Standar Proses (2,19), Standar Penilaian Pendidikan (tidak terbaca), Standar Sarana dan Prasarana (2,18), Standar Pengelolaan Pendidikan (0,92), Standar Pembiayaan (3.49) dan Standar Kompetensi Lulusan (0,14).

Setelah menganalisis raport mutu langkah selanjutnya melakukan siklus SPMI dengan tahapan seperti berikut:

1.    Pemetaan Mutu

Pemetaan mutu merupakan proses terkait kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis data dan informasi tentang capaian pemenuhan  standar  nasional  pendidikan pada satuan pendidikan. Kegiatan pemetaan mutu melalui rapat kerja dilaksanakan pada Hari Kamis, tanggal 8 Agustus 2019. Rapat kerja membahas analisis rapot mutu dan menentukan standar yang rendah dan perlu ditingkatkan. Pemetaan mutu yang sesuai dengan analisis rapot mutu yaitu pada standar penilaian, maka kegiatan yang sesuai adalah Workshop Penilaian High Order Thinking Skill (HOTS) bagi tenaga pendidik di SDN Pancoran 03 Pagi.

  2.    Penyusunan Rencana Pemenuhan

Berdasarkan hasil pemetaan mutu, selanjutnya TPMPS menyusun rencana pemenuhan mutu yang akan dilaksanakan baik berupa anggaran dan rincian kegiatan yang dilakukan. TPMPS juga berkoordinasi dengan pihak LPMP Provinsi DKI Jakarta.

  3.    Pelaksanaan Pemenuhan

Pelaksanaan pemenuhan mutu di SDN Pancoran 03 Pagi adalah Workshop Penilaian High Order Thinking Skill (HOTS) bagi tenaga pendidik. Kegiatan fasilitasi dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, yaitu pada tanggal 5 dan 11 September 2019. Narasumber adalah Fasilitator Daerah yaitu Ibu Dwi Tyas Utami, M.Pd dan Pengawas Wilayah III Kecamatan Pancoran Bapak Drs. H. Sudwiyanto, M.Pd. Setelah mengikuti workshop penilaian HOTS, tenaga pendidik SDN Pancoran 03 Pagi mendapatkan ilmu mengenai kaidah  dan penyusunan soal HOTS, contoh soal-soal HOTS dan mempraktekkan membuat soal HOTS.

  4.    Evaluasi/Audit Mutu

Monitoring dan evaluasi dilakukan pada setiap pelaksanaan fasilitasi untuk melihat keberhasilan proses kegiatan yang telah dilaksanakan. Berbagai kendala dalam penerapan SPMI menjadi bahan evaluasi agar dapat dicarikan solusi. Kendala-kendala tersebut antara lain kurang maksimalnya pemahaman TPMPS terhadap penerapan SPMI, kurang maksimalnya kerja sama antar warga sekolah dan jadwal kegiatan yang telah direncanakan bentrok dengan jadwal narasumber. Solusi dari kendala di atas antara lain TPMPS terus belajar dan berusaha memahami SPMI, warga sekolah berkomitmen menerapkan SPMI, serta sekolah berkoordinasi dengan narasumber dan pihak LPMP.

  5.    Penetapan Standar Mutu

Tahap akhir siklus SPMI adalah menyusun strategi peningkatan mutu berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi. Pemenuhan mutu baru yang akan dilaksanakan SDN Pancoran 03 Pagi pada tahun 2020 adalah workshop pemanfaatan media berbasis TIK dalam pembelajaran.

Setelah siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dilaksanakan kegiatan selanjutnya adalah diseminasi hasil penerapan SPMI (best practice) bagi sekolahs imbas di sekitar SDN Pancoran 03 Pagi yaitu SDN Pancoran 05, SDN Cikoko 01, SDN Cikoko 03, SDN Pengadegan 03, dan SDN Pengadegan 07. Hal ini bertujuan agar sekolah imbas  mendapatkan informasi terkait penerapan SPMI di SDN Pancoran 03 Pagi.

Dari rangkaian kegiatan pendampingan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di SDN Pancoran 03 Pagi manfaat yang diperoleh antara lain 1). Sekolah mampu menganalisis raport mutu dalam rangka meningkatkan mutu, 2). Sekolah mampu menyusun rencana peningkatan mutu yang dituangkan dalam program sekolah melalui RKAS, 3). Tenaga Pendidik memahami dan mampu menyusun penilaian High Order Thinking Skill (HOTS), 4). Warga sekolah berkomitmen menerapkan penjaminan mutu. 5). Sekolah dapat menciptakan budaya mutu pendidikan, 6). Sekolah dapat menjadi percontohan sebagai sekolah berbasis SNP melalui penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri, dan 7). Sekolah dapat melakukan pengimbasan penerapan penjaminan mutu pendidikan kepada sekolah lain hingga seluruh sekolah mampu menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara berkelanjutan pada tahun 2020.

Kesimpulan yang dapat diambil dari penerapan SPMI di SDN Pancoran 03 Pagi antara lain kegiatan penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di SDN Pancoran 03 Pagi tahun 2019  telah dilaksanakan sesuai dengan rencana yang ditetapkan namun jadwal pelaksanaan SPMI mengalami perubahan karena terkendala dengan banyaknya jadwal kegiatan narasumber, dukungan bantuan pemerintah telah mendorong implementasi sistem penjaminan mutu internal di SDN Pancoran 03 Pagi  sehingga diharapkan dapat menindaklanjuti secara mandiri, dan penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di SDN Pancoran 03 Pagi telah mendorong munculnya budaya mutu di sekolah.

Saran yang dapat diberikan dalam penerapan SPMI di SDN Pancoran 03 Pagi perlu terus dikembangkan melalui dukungan supervisi dan pendampingan secara kontinyu dari LPMP Provinsi DKI Jakarta serta keaktifan stakeholder.